31 December 2016

SEGERA HADIR... SPRINGHILL GOLF LOFT!

SEGERA HADIR PROJECT TERBARU DARI SPRINGHILL GROUP!




HUBUNGI:
SENIOR IN-HOUSE MARKETING
Sdr. YONGKI
HP: 0812 8112 6288
Pin BB: 2936A083

KLIK DISINI KALO MAU PESAN!

31 December 2015

PROJECT TERBARU! APARTEMEN 450 JUTAAN!

PERSEMBAHAN TERBARU DARI SPRINGHILL GROUP!

 VIEW: GOLF, SEA, CITY & POOL
HARGA SANGAT TERJANGKAU
(HARGA MULAI 450 JUTAAN)


 TELAH DIBUKA PENJUALAN PERDANA
TOWER TERAKHIR!

HUBUNGI:
SENIOR IN-HOUSE MARKETING
Sdr. YONGKI
HP: 0812 8112 6288
Pin BB: 2936A083

KLIK DISINI KALO MAU PESAN!

SPRINGHILL OFFICE: Your Prestige, Your Dream Office

DIJUAL OFFICE SPACE PERSEMBAHAN TERBARU DARI SPRINGHILL GROUP!

LIMITED STOCK...!!!

25 May 2012

KPR Masih Pilihan Utama

Shutterstock
Hasil survei Bank Indonesia pada triwulan pertama tahun ini menunjukkan, sebanyak 83,22 pembelian properti dengan KPR dimanfaatkan oleh konsumen terutama, untuk rumah tipe kecil.


JAKARTA, KOMPAS.com - Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama dalam transaksi pembelian properti residensial. Konsumen semakin berminat karena suku bunga KPR semakin menurun.

Hasil survei Bank Indonesia pada triwulan pertama tahun ini menunjukkan, sebanyak 83,22 % pembelian properti dengan KPR dimanfaatkan oleh konsumen terutama, untuk rumah tipe kecil. Konsumen banyak tergiur memanfaatkan suku bunga KPR dari perbankan, khususnya kelompok bank persero dengan bunga antara 9 % - 12 %. Setelah KPR, 13,37 % konsumen masih menyenangi penggunaan fasilitas pembayaran secara tunai bertahap, dan sebagian kecil 8,30 % konsumen melakukan transaksi dalam bentuk tunai keras.

21 May 2012

Siklus Properti Belum Sampai Puncaknya

shutterstock
Investasi properti dinilai cerah karena faktor pertumbuhan ekonomi di Indonesia relatif lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia.


JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor properti masih terus berkembang meskipun terus mendapat "cobaan" dari kebijakan pemerintah, seperti aturan kenaikan besaran uang muka melalui perbankan. Tahun ini, siklus prestasi sektor properti belum mencapai puncaknya.

"Kami memprediksi performanya sama atau lebih tinggi dari capaian di tahun 2011."
-- Arief Rahardjo

"Tahun ini kita belum sampai pada puncaknya. Kami memprediksi performanya sama atau lebih tinggi dari capaian di tahun 2011," kata Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory at PT Cushman & Wakefield Indonesia dalam diskusi "Prospek dan investasi kondominium pada tahun 2012" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

16 May 2012

Prospek Apartemen Primer dan Seken Cemerlang

Shutterstock
Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski berbeda penggunanya, baik apartemen primer maupun sekunder memiliki pangsa pasar sendiri. Penyerapan kedua jenis apartemen ini tinggi, baik oleh investor maupun enduser.

"Saat membeli mereka tak perlu membayar 60 % - 80 % seperti pembeli pertama dari pengembang. Jika menginginkan keuntungan, mereka dapat menjual kembali 7 - 10 tahun sesudahnya dengan harga jauh lebih tinggi."
-- Evie Susanti

Associate Director PT Leads Property Service Indonesia, Evie Susanti, dalam diskusi "Prospek dan Investasi Kondominium pada 2012" di Jakarta, Senin (14/5/2012) lalu mengatakan, pengembangan apartemen primer maupun sekunder memiliki tingkat pengembalian yang tinggi meskipun karakter pembelinya berbeda. Apartemen primer, kata Evie, banyak dikembangkan oleh pengembang baru dengan harapan mendapatkan marjin bagus.

Ia mengatakan, pasar apartemen primer akan diserap pasar rata-rata 97 % saat pembangunannya rampung. Profil pembelinya kebanyakan adalah para investor, yang kemudian akan menyewakan atau menjualnya kembali. Sementara pada apartemen seken biasanya dibeli oleh enduser untuk digunakan sendiri atau ditinggali.

15 May 2012

Konsumen Menengah Atas Makin Kepincut KPA

Shutterstock
Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku bunga kredit untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) di kisaran 8 % yang ditawarkan perbankan rupanya cukup menarik konsumen. Bahkan, konsumen menengah atas pun tertarik menggunakan pembiayaan ini.

"Besaran suku bunga kredit untuk KPR/KPA itu sangat berpengaruh bagi konsumen. Karena sangat menarik, konsumen menengah ke atas yang tadinya pakai cash bertahap tertarik pakai pembiayaan ini," kata Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory at PT Cushman & Wakefield Indonesia, dalam diskusi "Prospek dan investasi kondominium pada tahun 2012" di Jakarta, Senin (14/5/2012).

14 May 2012

Plus Minus Berinvestasi Kondominium

Shutterstock
Tren Properti 2012 Kondominium.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain sebagai tempat tinggal, kehadiran kondominium banyak diproyeksikan untuk kepentingan investasi. Sebagai tujuan investasi, maka harus dilihat kepentingannya untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Associate Director PT Leads Property Service Indonesia, Evie Susanti, dalam diskusi "Prospek dan Investasi Kondominium pada 2012" di Jakarta, Senin (14/5/2012), memaparkan, bahwa investasi kondominium jangka pendek artinya investor berminat membeli sebelum pembangunan, kemudian akan dijual kembali setelah unitnya selesai dibangun. Sementara investasi kondominium jangka panjang berarti investor akan membeli untuk kemudian dijual lagi pada 5 - 10 tahun.

Pasar Kondominium Makin Kompetitif

Shutterstock
Ilustrasi: Permintaan kondominium di Jakarta bisa meningkat karena tren tinggal di hunian vertikal serta pembeli makin membutuhkan kelengkapan fasilitas dalam satu kawasan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan pasar kondominium di tahun 2012-2013 semakin kompetitif. Hal itu ditandai dengan ketatnya persaingan pembangunan kondominium yang tidak hanya di kawasan Jakarta, melainkan semakin menyebar seperti di Tangerang, Bogor, dan Depok.

Head of Research & Advisory at PT Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, dalam diskusi "Prospek dan Investasi Kondominium pada 2012" di Jakarta, Senin (14/5/2012), mengatakan pasokan kondominium tahun ini akan bertambah sekitar 20.000 unit. Pasokan ini akan semakin meningkatkan pasar kondominium di Jakarta yang mempengaruhi tingkat penjualan unitnya.

"Bubble" Menghantam Sektor Kondominium, Jika....

Shutterstock
Berdasarkan data Cushman and Wakefield, selama lima tahun terakhir ini kenaikan harga dari kondominium yang disewakan mencapai 13 dari rentang 10 - 15 .

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya pasokan pasar kondominium pada 2012-2013 ini membuat tingkat hunian menjadi rendah. Hal tersebut dipicu pembelian kondominium oleh investor untuk kemudian disewakan kembali ketimbang dipergunakan sendiri. Namun, apakah kondisi ini dapat memicu penggelembungan harga atau bubble properti?

"Selama yield tidak lebih rendah dari suku bunga deposito, maka penggelembungan harga atau bubble tidak akan terjadi."
-- Arief Rahardjo

Head of Research & Advisory at PT Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, dalam diskusi "Prospek dan Investasi Kondominium pada 2012" di Jakarta, Senin (14/5/2012), mengatakan, bahwa potensi bubble pada sektor kondominium sewa bisa terjadi apabila yield (imbal hasil) lebih rendah dari bunga deposito.